TANJUNG SELOR – Jembatan Jelarai yang menjadi jalur utama menuju Jalan poros Berau-Bulungan dalam waktu dekat ini, akan dilakukan pembongkaran dan dibangun kembali.  

Pasalnya, ditemukan ada bagian pondasi yang bergeser pada jembatan tersebut. Dikatakan Bupati Bulungan, Sudjati, Jembatan Jelarai akan dibongkar total. Selama proses pembongkaran hingga pembangunan jembatan, jalan ditutup untuk sementara waktu.

Ada beberapa alternatif yang akan digunakan, agar lalu lintas tetap berjalan. Dengan memfungsikan Jembatan Meranti, membangun jembatan sementara di dekat jembatan yang dikerjakan dengan menggunakan ponton.

“Dari ketiga alternatif itu kemungkinan besar yang akan digunakan dengan memfungsikan Jembatan Meranti,” terangnya. Akan tetapi, Jembatan Meranti masih bermasalah untuk pembebasan lahan. Sehingga jembatan tersebut belum difungsikan hingga saat ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Bulungan, Adriani mengungkapkan, proyek pengerjan jembatan itu dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Jembatan ini harus segera dibongkar, karena sangat berbahaya jika dibiarkan,” tuturnya. Selama proses pembongkaran hingga pengerjaan jembatan yang menghubungkan antara kabupetan itu akan ditutup.

Opsi lain, agar aktivitas masyarakat dan jalur penghubung antar daerah tetap berjalan. Namun, kemungkinan besar penggunaan ponton tidak dapat dilakukan mengingat terlalu berisiko.

Ia berharap, agar kendaraan truk yang melintas di Jembatan Jelarai dapat mengurangi tonase muatannya. Pasalnya, bagian konstruksi jembatan telah mengalami pergeseran. Terlalu berbahaya jika tonase tidak dikurangi.

“Jembatan itu sering dilintasi truk bermuatan besar, jadi saya berharap supaya mengurangi tonasenya,” pesannya. Mengenai permasalahan lahan, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan BPJN. “Yang pasti untuk membangun jalan di Jembatan Meranti itu sepenuhnya menjadi kewenangan BPJN,” jelasnya.

Rencananya, jalan untuk melintasi Jembatan Meranti akan dibangun jalan agregat. Sehingga aktivitas masyarakat masih tetap bisa berjalan dengan baik dan tidak ada yang terhenti. “Insyaallah pengerjaan akan dilakukan dalam bulan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga pada DPU-PR Bulungan, Fakhrudin mengaku belum mengetahui secara pasti apakah permasalahan lahan di Jembatan Meranti sudah selesai atau belum.

“Saya tidak mengikuti juga, karena permasalahan itu langsung ditangani BPJN. Karena mereka yang memiliki anggaran dan yang akan membangun,” singkatnya. (fai/uno)